Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro TIM II Periode 2020/2021 dengan tema “Pembangunan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”.

Nur Asih Jayanti (21) Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian yang menjalankan KKN yang berlokasi di Desa Dukutalit, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati melaksanakan edukasi pembuatan pestisida alami dari kulit bawang dan edukasi pentingnya Gerakan 5M. Sosialisasi dilaksanakan secara online melalui Whatsapp Group mengingat anjuran dari Pihak Universitas Diponegoro serta keadaan yang masih tidak memungkinkan apabila dilakukan edukasi secara langsung. Sosialisasi online diberikan kepada Karang Taruna Bhakti Muda Desa Dukutalit dan PKK Desa Dukutalit. Pemberikan brosur Gerakan 5M dan pestisida alami dari kulit bawang serta leaflet teknik pembuatan pestisida alami diberikan secara langsung kepada warga Desa Dukutalit RT 01/RW 02.

Kasus Covid-19 yang terus bertambah perlu diperangi dengan upaya preventif. Gerakan 5M merupakan salah satu kunci sukses di masa pandemi untuk mengakhiri keadaan ini. Gerakan 5M yang meliputi Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Masyarakat harus menerapkan dan menjalankan gerakan 5M ini guna menekan angka positif Covid-19 sehingga bisa menurun.

Salah satu program kerja yang dilakukan di Desa Dukutalit, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yaitu edukasi cara pembuatan pestisida alami dari kulit bawang. Edukasi ini dilakukan via Whatsapp Group. Edukasi cara pembuatan pestisida alami dari kulit bawang dengan diberikan video dari youtube yang telah dibuat oleh mahasiswa dan leaflet secara online yang dapat dibaca oleh anggota PKK Desa Dukutalit.

Pemanfaatan kulit bawang sebagai pestisida alami ini sebagai upaya untuk mengurangi sampah organik untuk kegiatan bertani dan kegiatan ini dapat dilakukan warga untuk menambah kegiatan selama berada di rumah. Selain itu juga memberikan ilmu baru kepada warga Desa Dukutalit bahwa kulit bawang yang dianggap sampah ternyata dapat digunakan untuk memberantas hama ditanaman yang dibudidayakan warga. Salah satu pemanfaatan kulit bawang yaitu dibuat menjadi pestisida alami. Kulit bawang mengandung senyawa acetogenin yang dapat merusak pencernaan serangga sehingga hama menjadi mati.

Teknik pembuatan pestisida alami dari kulit bawang sangat mudah. Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan. Alat yang dibutuhkan yaitu botol plastik, saringan dan botol spray sedangkan bahan yang diperlukan yaitu bawang merah dan atau bawang putih, serta air secukupnya. Langkah selanjutnya yaitu kupas bawang dan ambil kulit bawangnya. Kemudian masukkan kulit bawang ke dalam botol plastik hingga setengah botol. Lalu tambahkan air ke dalam botol hingga hampir penuh dan kocok sebentar. Biarkan rendaman hingga 2 hari. Setelah 2 hari, ambil rendaman air kulit bawang kemudian saring. Langkah terakhir yaitu pindahkan air saringan kulit bawang ke dalam botol spray dan pestisida alami siap digunakan.

Pestisida alami kulit bawang ini memberikan manfaat yaitu mudah terurai di alam sehingga ramah lingkungan, relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang dan dapat membunuh hama tanaman. Keunggulan dari pestisida alami kulit bawang antara lain biaya murah, bahan dan alat mudah didapat, cara pembuatan pestisida alami yang sangat mudah serta baik untuk keberlanjutan lingkungan sekitar.