Program Studi S1 Agribisnis menggelar kegiatan kuliah umum dengan mendatangkan Suyadi, S.P., M.P., dan Irfan Rahadian Sudiyana, S.P., M.Si., M.Sc. pembicara pada kuliah umum ini adalah owner dari Happy Tani dan Kiwari Farmers. Pengusaha-pengusaha muda di sektor pertanian yang berbasis di Malang dan Bandung. Pada acara kuliah umum ini kedua pembicara membahas tentang urgensi konsep berkelanjutan dalam usaha pertanian, tantangan dalam implementasi agribisnis berkelanjutan, dan strategi usaha untuk mencapai 3P (Profit, People, Planet).

Selama ini bisnis hanya memandang ekonomi dan profit sebagai tujuan utama, padahal perlu mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam pelaksanaannya. Ketiga aspek ini diharapkan bisa saling bersinergi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan saat ini dan menjamin kemampuan generasi mendatang untuk mencukupi kebutuhan mereka. Pembangunan harus selaras dengan pengelolaan sumber daya sehingga kesejahteraan jangka panjang memiliki prioritas yang sama dengan kebutuhan yang mendesak pada saat ini.

Dampak dari pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan penurunan daya dukung lingkungan. Kegiatan pembangunan harus berkelanjutan dan mengacu pada kondisi alam dengan pemanfaatan yang berwawasan lingkungan. Pembangunan pertanian merupakan sektor strategis dalam perekonomioan nasional karena berperan dalam pemeliharaan kapital, penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bioenergi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan sumber pendapatan serta pelestarian lingkungan melalui praktek usaha tani yang ramah lingkungan.

Pembangunan pertanian di Indonesia diarahkan menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture) sebagai bagian dari implementasi pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan pertanian (termasuk pembangunan perdesaan) yang berkelanjutan merupakan isu penting strategis yang menjadi perhatian dan pembicaraan di semua negara. Di akhir acara, Ir. Kustopo Budiraharjo, M.P. selaku Ketua Program Studi menuturkan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan selain sudah menjadi tujuan, tetapi juga sudah menjadi paradigma pola pembangunan pertanian yang diterjemahkan dalam bentuk kerangka segitiga pembangunan berkelanjutan (Environmentally Sustainable Development Triangle) yang bertumpu pada keberlanjutan ekonomi, ekologi, dan sosial.