Sering dijumpai beragam pemberitaan di media massa mengenai lonjakan harga pangan. Misal saja harga cabai yang menembus harga di atas Rp. 100.000, lalu petani yang membuang tomat hasil panennya karena harga yang sangat murah, hingga terbaru adalah mahalnya harga minyak goreng yang membuat gelombang demo massal. Masalah lonjakan harga pangan sejatinya adalah fenomena yang berulang. Sebut saja seperti ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, sudah pasti harga bahan pangan pokok akan ikut melejit. Sayangnya, lonjakan harga pangan masihlah menjadi masalah laten di negara ini. Di satu sisi petani didorong memproduksi hasil panen yang tinggi, di sisi lain hasil panennya justru diserap dengan harga yang murah. Sementara itu, di sisi konsumen juga harus rela mengeluarkan uang lebih karena memang pangan adalah kebutuhan utama. Memang pemerintah memiliki kebijakan harga dasar dan harga atap untuk mengatasinya, namun sepertinya hal ini juga belum berjalan dengan sebagaimana yang dicita-citakan.

Untuk mengkaji permasalahan dan mencari jawaban dari fenomena tersebut, Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada hari Jumat, 13 Mei 2022 berusaha untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa terkait ancaman dan strategi menanggulangi lonjakan harga pangan. Pada dasarnya apa yang melatarbelakangi lonjakan harga pangan ini terjadi dan bagaimana jika fenomena ini berulang terus menerus, maka ancaman apa yang bisa ditimbulkan. Sudah barang tentu, diperlukan juga beragam strategi untuk mencari jawaban dari masalah tersebut. Kegiatan dosen tamu ini akan menghadirkan 1 orang pembicara yaitu Guru Besar dari Ilmu Ekonomi, IPB yang memiliki fokus kajian di bidang tersebut, yaitu Prof. Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M.Si. Dengan begitu harapannya bisa didapatkan pemahaman yang utuh baik secara teori maupun praksis terkait isu lonjakan harga pangan yang ada sekarang ini. Mengingat kuliah dosen tamu ini diikuti oleh mahasiswa Agribisnis angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.